Pemeriksaan Antibodi terhadap SARS-COV-2 Metode ECLIA

RSUD Jombang melayani pemeriksaan tes antibodi Untuk mendeteksi antibodi terhadap SARS-COV-2. dengan metode ECLIA
Hasil dari tes ECLIA ini lebih akurat bila dibandingkan rapid test untuk mendeteksi apakah seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.
Sebab tes ECLIA menggunakan alat otomatis (autoanalyzer) yang terkalibrasi dan terkontrol.

Pemeriksaan Antibodi terhadap

SARS-COV-2 Metode ECLIA

Oleh
dr Eky Indyanty W.L, MMRS, SpPK,

RSUD Jombang melayani pemeriksaan tes antibodi Untuk mendeteksi antibodi terhadap SARS-COV-2. dengan metode ECLIA
Hasil dari tes ECLIA ini lebih akurat bila dibandingkan rapid test untuk mendeteksi apakah seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.
Sebab tes ECLIA menggunakan alat otomatis (autoanalyzer) yang terkalibrasi dan terkontrol.

Guna mengetahui apakah terdapat antibodi atau pun mengetahui imunitas pada diri pasien. Kalau rapid test, hasil nya dibaca oleh mata pemeriksa sehingga lebih subtektif. Tetapi kalau yang ini (Eclia) tesnya itu dengan alat yang terkalibrasi dan terkontrol, begitu dicek diambil darahnya, masukkan ke mesin, mesin yang akan baca, makanya akurasinya itu tinggi.

Pemeriksaan semi-kuantatif ini berguna untuk mengidentifikasi individu dengan respon imun terhadap SARS -COV-2 yang timbul akibat infeksi virus. Penting untuk dipahami bahwa, pemeriksaan serologi tidak mendeteksi virus itu sendiri tetapi mendeteksi antibodi yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh.

Hasil ditentukan secara otomatis oleh perangkat lunak dengan membandingkan sinyal electro chemiluminescence yang diperoleh dari produk reaksi antigen-antibodi pada sampel dengan sinyal nilai batas (Cut-off) yang diperoleh dengan kalibrasi.

Hasil harus selalu diinterprestasikan dengan melihat riwayat pasien pemeriksaan klinis dan penunjang lainnya. Hasil tes negatif tidak mengesampingkan kemungkinan infeksi dengan SARS-COV-2 sampel serum atau plasma pada fase awal (pra-serokonversi) dapat negatif oleh karena itu pemeriksaan ECLIA anti SARS-COV-2 tidak dapat digunakan untuk mendianogsis infeksi SARS-COV-2 akut. Pemeriksaan dengan diagnostik molekuler (misalnya PT PCR) harus dilakukan untuk mengevaluasi infeksi aktif pada individu yang bergejala.

Biaya pemeriksaan dengan sistem ECLIA di RSUD Jombang untuk umum dipatok harga Rp 150 rb sudah mendapatkan surat keterangan medis dari rumah sakit, sedangkan untuk PCR test sendiri dengan harga Rp 1,7 juta mendapatkan surat lengkap dengan keterangannya.

Saya berharap agar kepada semua masyarakat di Kabupaten Jombang jika pernah ada riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi Covid-19 dapat langsung datang ke bagian Medical Chek Up (MCU) RSUD Jombang untuk melakukan pemeriksaan ECLIA SARS-COV-2, dan supaya tetap mematuhi protokol kesehatan seperti sering mencuci tangan dengan sabun, memakai handsanitazer, memakai masker dan jaga jarak.

Hasil pemeriksaan disajikan dalam bentuk indeks Cut-Off (COI: sampel sinyal/Cut -Off).

Hasil pemeriksaan COI > 1 menunjukkan reaktif terhadap antibodi anti SARS COV-2 (positif), sebaliknya < 1 menunjukkan non reaktif terhadap antibodi anti-SARS-COV-2 (negatif)

Sensitifitas ECLIA anti SARS -COV-2 pada hari ke 0-6 adalah 62.5%, pada hari ke 7-13 adalah 88,1% dan hari ke > 14 adalah 90-100%.